Garut, Jawa Barat – Dalam upaya meningkatkan kompetensi profesional guru serta memperkaya wawasan pembelajaran kontekstual Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan Kajian Etnografi dan Geomorfologi di Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada 26–27 Juli 2026.
Kegiatan yang terlaksana atas kerja sama dan dukungan sponsorship dari PT Penerbit Erlangga ini diikuti oleh para guru mata pelajaran IPS tingkat SMP dari berbagai wilayah di Provinsi DKI Jakarta yang tergabung sebagai pengurus MGMP IPS Provinsi DKI Jakarta. Selama dua hari, para peserta mengikuti rangkaian kegiatan lapangan yang bertujuan memperkuat pemahaman terhadap aspek geografi, budaya, potensi ekonomi lokal, serta implementasinya dalam pembelajaran IPS di sekolah.
Mengkaji Bentang Alam Gunung Papandayan
Melalui pengamatan lapangan tersebut, para guru memperoleh pengalaman nyata mengenai proses pembentukan muka bumi, dinamika gunung api, serta hubungan antara kondisi fisik wilayah dengan kehidupan masyarakat di sekitarnya. Pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) seperti ini diharapkan dapat memperkaya proses pembelajaran IPS sehingga peserta didik tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan kondisi nyata di lapangan.
Selain aspek geomorfologi, peserta juga mengkaji kehidupan sosial masyarakat sekitar kawasan Gunung Papandayan sebagai bagian dari kajian etnografi. Berbagai nilai budaya, pola kehidupan masyarakat, hingga bentuk adaptasi terhadap lingkungan alam menjadi bahan diskusi yang menarik bagi para peserta.
Menelusuri Potensi Panas Bumi di Kawah Darajat
Di lokasi ini, peserta mempelajari proses terbentuknya energi panas bumi serta pemanfaatannya sebagai pembangkit listrik yang ramah lingkungan. Kajian tersebut memberikan gambaran nyata mengenai keterkaitan antara kondisi geologi Indonesia yang berada di jalur cincin api (Ring of Fire) dengan potensi sumber daya energi nasional.
Melalui observasi langsung, para guru memperoleh referensi pembelajaran yang relevan untuk menjelaskan materi mengenai sumber daya alam, mitigasi bencana, hingga pembangunan berkelanjutan dalam mata pelajaran IPS.
Mengenal Industri Kulit Sukaregang di Kabupaten Garut
Sukaregang dikenal sebagai salah satu sentra industri kulit terbesar di Indonesia. Para peserta berkesempatan melihat secara langsung proses pengolahan kulit mulai dari bahan baku hingga menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi seperti tas, sepatu, dompet, jaket, dan berbagai produk kerajinan lainnya.
Kunjungan ini menjadi sarana pembelajaran mengenai aktivitas ekonomi masyarakat, kewirausahaan, industri kreatif, serta peran UMKM dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Guru-guru IPS mendapatkan banyak inspirasi untuk menghadirkan contoh-contoh nyata dalam pembelajaran mengenai kegiatan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.
Kolaborasi Dunia Pendidikan dan Dunia Usaha
Melalui kegiatan kajian lapangan seperti ini, guru tidak hanya memperoleh tambahan wawasan akademik, tetapi juga memiliki kesempatan membangun jejaring profesional, berbagi praktik baik pembelajaran, serta mengembangkan berbagai inovasi pembelajaran berbasis lingkungan dan budaya lokal.
Pembelajaran IPS yang Lebih Kontekstual
Kajian Etnografi dan Geomorfologi ini merupakan bentuk implementasi pembelajaran kontekstual yang menempatkan lingkungan sebagai sumber belajar utama. Pengalaman langsung di lapangan memberikan pemahaman yang lebih mendalam dibandingkan pembelajaran yang hanya mengandalkan buku teks.
Diharapkan hasil dari kegiatan ini dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran di kelas sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna, menarik, dan relevan dengan kehidupan nyata. Dengan demikian, pembelajaran IPS mampu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kepedulian terhadap lingkungan, apresiasi terhadap keberagaman budaya, serta pemahaman terhadap potensi ekonomi daerah.
Semangat kolaborasi, eksplorasi, dan peningkatan kompetensi yang ditunjukkan oleh MGMP IPS Provinsi DKI Jakarta melalui kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa guru terus berupaya mengembangkan diri demi menghadirkan pembelajaran yang berkualitas bagi generasi penerus bangsa




MGMP IPS DKI Jakarta memang luar biasa, tidak sekedar mentransfer ilmu kepada murid tetapi masih butuh belajar, belajar, dan belajar serta bersahabat dengan alam. Jaya, Jaya, dan tetap Jaya untuk kita semua
BalasHapus